
Forum Group Discussion Pengembangan Model Sekolah Inovasi Daerah Berbasis Kearifan Lokal Cultural Diversity Kasepuhan
Dalam rangka memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal dan keanekaragaman budaya, sebuah Forum Group Discussion (FGD) yang berfokus pada pengembangan model sekolah inovatif diadakan di Resort Pangrango Sukabumi jl. raya selabintana Sukabumi pada tanggal 25 Maret 2024. Acara ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan untuk berkolaborasi dan berbagi gagasan tentang bagaimana pendidikan dapat lebih efektif memanfaatkan warisan budaya dan kearifan lokal.
Kasepuhan dipilih sebagai tempat FGD karena daerah ini kaya akan tradisi, budaya, dan kearifan lokal yang unik. Peserta FGD terdiri dari para pendidik, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta perwakilan dari lembaga pendidikan setempat. mereka semua berkumpul dengan tujuan untuk memikirkan cara-cara baru untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ke dalam kurikulum sekolah.
Selama sesi diskusi yang berlangsung selama satu hari penuh, para peserta secara aktif terlibat dalam berbagai topik, mulai dari identifikasi nilai-nilai budaya yang penting hingga pengembangan strategi untuk mengintegrasikannya ke dalam kurikulum. mereka juga membahas tantangan yang dihadapi dalam memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal, serta peluang-peluang untuk meningkatkan kerjasama antara sekolah dan komunitas lokal.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah pentingnya melibatkan komunitas lokal secara aktif dalam proses pendidikan Dr. H. Diding Nurdin, M.Pd seorang narasumber dari Universitas Pendidikan Indonesia yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, “keterlibatan komunitas dalam pendidikan tidak hanya memperkuat rasa memiliki siswa terhadap lingkungan mereka, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang berbasis lokal.”
Hasil dari FGD ini akan menjadi dasar untuk merancang model sekolah inovatif yang memanfaatkan kearifan lokal dan keragaman budaya di kasepuhan. melalui kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, diharapkan bahwa model ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya untuk memperkuat pendidikan yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan.